Jangan Basmi Ulat Bulu dengan Racun Hama
Dadan Muhammad Ramdan - Okezone
Jum'at, 15 April 2011 07:08 wib
0 42Email0
Ilustrasi (Ist)
JAKARTA - Fenomena ulat bulu yang muncul di sejumlah daerah mulai meresahkan masyarakat. Tidak hanya di Probolinggo, tapi kian meluas. Di beberapa daerah diberitakan kemunculan jenis serangga yang menimbulkan rasa gatal ini membuat aktivitas warga terganggu, di samping merusak tanaman atau pohon produktis seperti mangga dan alpukat.
Pemerintah setempat dan warga pun melakukan penanganan untuk mengantisipasi perkembangan ulat bulu, dari mulai melepas burung, membakarnya, sampai menyemprotkan racun pembasmi hama. Banyak pakar menilai fenomena ulat bulu ini akibat ketidakseimbangan ekosistem dan diperparah dengan cuaca ekstrem.
Sejumlah pembaca okezone juga menanggapi beragam mengenai fenomena ini. Misalnya, M.Surahman. "Alam memberikan apa yang terbaik baginya, ketika satu spesies hilang akan diikuti ledakan populasi oleh spesies lainnya, dan inilah ketidak seimbangan ekosistem," tulisnya.
Menurut dia, penyemprotan perangsang tumbuh bunga untuk mempercepat keluarnya buah mangga menyebabkan hidupan lain seperti semut dan organisme lainnya yang mengatur pertumbuhan populasi ulat di alam mati. Dengan demikian populasi ulat meningkat karena predatornya hilang. "Jadi hati-hati menggunakan perangsang pertumbuhan bunga pada mangga," imbau Surahman.
Sementara Mohamad Soleh mengatakan, untuk menjaga kesuburan tanah dan mengembalikan kebugaran tanah, sebaiknya untuk membasmi ulat bulu tidak memakai racun. Sebab, akan membunuh mikroorganisme dalam tanah yang sebenarnya juga berguna untuk membunuh hama ulat di dalam tanah sampai ke telur telurnya.
Kalau pakai racun yang terbunuh hanya ulat dewasa, telur di dalam tanah dan di dalam perut ulat tersebut belum mati bisa menetas lagi dan juga racun membunuh mikroorganisme di dalam tanah.
"Saya menyarankan untuk pakai bahan organik saja karena sifat membunuhnya sistemik sampai ke telur-telurnya. Namun yang namanya sistemik tidak langsung mati yang butuh waktu 3 sampai 7 hari. Saya pernah mencobanya untuk perbaikan tanah dan memproteksi hama tanaman yang berasal dari dalam tanah," papar Mohamad.
"Saya coba obat dari PBB yang merupakan rahasia Thailand. Namanya biotamax (custombio) yang di dalamnya ada 6 jenis bakteri dan 4 cendawan menguntungkan yang ditidurkan dalam bentuk tablet," sambungnya. Langkah itu, kata dia, sudah dicobanya untuk tanaman sayur dan padi dan berhasil. "Saya sama sekali tidak menyemprot racun sampai panen," ungkap Mohamad.
(ram)
Pemerintah setempat dan warga pun melakukan penanganan untuk mengantisipasi perkembangan ulat bulu, dari mulai melepas burung, membakarnya, sampai menyemprotkan racun pembasmi hama. Banyak pakar menilai fenomena ulat bulu ini akibat ketidakseimbangan ekosistem dan diperparah dengan cuaca ekstrem.
Sejumlah pembaca okezone juga menanggapi beragam mengenai fenomena ini. Misalnya, M.Surahman. "Alam memberikan apa yang terbaik baginya, ketika satu spesies hilang akan diikuti ledakan populasi oleh spesies lainnya, dan inilah ketidak seimbangan ekosistem," tulisnya.
Menurut dia, penyemprotan perangsang tumbuh bunga untuk mempercepat keluarnya buah mangga menyebabkan hidupan lain seperti semut dan organisme lainnya yang mengatur pertumbuhan populasi ulat di alam mati. Dengan demikian populasi ulat meningkat karena predatornya hilang. "Jadi hati-hati menggunakan perangsang pertumbuhan bunga pada mangga," imbau Surahman.
Sementara Mohamad Soleh mengatakan, untuk menjaga kesuburan tanah dan mengembalikan kebugaran tanah, sebaiknya untuk membasmi ulat bulu tidak memakai racun. Sebab, akan membunuh mikroorganisme dalam tanah yang sebenarnya juga berguna untuk membunuh hama ulat di dalam tanah sampai ke telur telurnya.
Kalau pakai racun yang terbunuh hanya ulat dewasa, telur di dalam tanah dan di dalam perut ulat tersebut belum mati bisa menetas lagi dan juga racun membunuh mikroorganisme di dalam tanah.
"Saya menyarankan untuk pakai bahan organik saja karena sifat membunuhnya sistemik sampai ke telur-telurnya. Namun yang namanya sistemik tidak langsung mati yang butuh waktu 3 sampai 7 hari. Saya pernah mencobanya untuk perbaikan tanah dan memproteksi hama tanaman yang berasal dari dalam tanah," papar Mohamad.
"Saya coba obat dari PBB yang merupakan rahasia Thailand. Namanya biotamax (custombio) yang di dalamnya ada 6 jenis bakteri dan 4 cendawan menguntungkan yang ditidurkan dalam bentuk tablet," sambungnya. Langkah itu, kata dia, sudah dicobanya untuk tanaman sayur dan padi dan berhasil. "Saya sama sekali tidak menyemprot racun sampai panen," ungkap Mohamad.
(ram)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar